Kamis, 27 Desember 2018



"MAKAM KERAMAT PONCOL"

   Makam Keramat Yang Terletak Di Daerah Kota Tangerang Selatan Ini Menjadi Begitu Memperihatin Kan, Karena Makam-makam Tua Yang Berada Di Tengah-tengah Rumah Warga Menjadikan Nya Terbengkalai Lantaran Tidak Banyak Yg Mengetahui Sejarah Siapa Yg Dikebumikan Dimakam Tersebut.




     Makam Keramat Poncol Yg Terletak Di Daerah Kampung Poncol Gg.Sate Kelurahan Pondok Betung Kota Tangerang Selatan Ini Adalah Makam Sesepuh-sesepuhnya Orang "BANTEN KULON" Yakni Adalah Makam:

- Ki Buyut Damin
- Ki Buyut Nawi
- Ki Buyut Ahmad
- Nyi Kumpi Rodemah
- Nyi Kumpi Tiyamah.

Beliau-beliau Berasal Dari Banten Kulon Tepatnya Desa Tegal Duren Serang Banten Yg Berhijrah Ke Daerah Cengkareng Jakarta Barat Hingga Kini Dikebumikan Di Kota Tangerang Selatan.


"SEJARAH MAKAM"

     Beliau Hidup Pada Zaman Dimana Masih Dijajah Oleh Belanda & Juga Jepang, Dari Ki Buyut Damin Sendiri Memiliki Istri Yg Bernama Kumpi Karat Yg Dimakam Kan Di Daerah Cengkareng. Beliau Bisa Sampai Ke Cengkareng Jakarta Barat Karena Selalu Mendapatkan Serangan Oleh Penjajah Pada Zamannya. Hingga Akhirnya Menetap Disana.

     "KAROMAH KI BUYUT DAMIN"

     Suatu Ketika Saat Beliau Masih Di Banten Beliau Pernah Di Kejar-kejar Oleh Para Penjajah, Suara Tembakan Yg Selalu Diletuskan Juga Suara Bomerang Yg Selalu Dilemparkan Membuat Warga Serang Banten Gempar Hingga Kematian Ada Dimana-mana. Saat Masa Pengejaran Beliau Bersama Istri & Anaknya Diajak Untuk Bersembunyi Dibalik Pohon Dan Selalu Terlepas Dari Pengintaian Dikarenakan Beliau Berdoa Kepada Yg Kuasa Agar Kiranya Ditutup Penglihatan Para Penjajah Untuk Tidak Bisa Melihatnya Sekeluarga Bagaikan Hutan Rindang Yg Tidak Biaa Terlihat Seorang Pun.

     Seketika Beliau Berhijrah Ke Kota Jakarta Barat Letaknya Didaerah Cengkareng, Pada Zamannya Desa Cengkareng Jakarta Barat Rata-rata Warga Sekitar Semua Berprofesi Sebagai Petani, Termasuk Ki Buyut Damin Pun Juga Melakoni Sebagai Petani. Ketika Sawah-sawah Warga Gagal Panen Karena Diserbu Hama-hama, Ki Buyut Damin Mengusir Hama-hama Disawah Dengan Berdoa Kepada Yg Kuasa Tanpa Sepengetahuan Warga Akhirnya Semua Hama-hama Pergi Semua Ada Juga Yg Mati Hingga Dikemudian Hari Para Warga Sekitar Berhasil Panen Dengan Hasil Yg Memuaskan.


    Suatu Ketika Daerah Cengkareng Jakarta Barat Dilanda Musim Kemarau Yg Berkepanjangan Hingga Akhirnya Membuat Ladang Sawah Menjadi Mati Semua Alias Gagal Panen. Saat Warga Berkeliling Mengelilingi Sawah Salah Satu Warga Melihat Ki Buyut Damin Sedang Bermunajat Kepada Alloh Swt. Agar Kiranya Diturunkanlah Hujan Untuk Ladang Sawah, Hingga Langit Yg Cerah Menjadi Mendung Seketika Lalu Turunlah Hujan Dengan Lebat Menyirami Semua Ladang Petani. Saat Warga Melihat Apa Yg Dilakukan Oleh Ki Buyut Damin Warga Langsung Menghampiri Beliau Lalu Bertanya Apa Yg Sedang Beliau Lakukan Hingga Turun Hujan Begitu Lebat? Lalu Ki Buyut Damin Menjawab Bahwa Beliau Sedang Berdoa Bermunajat Kepada Ilahi Agar Diturunkan Hujan. Saat Itu Ki Buyut Damin Dikenal Sebagai Pawang Hujan Yg Dimana Bisa Mendatangkan Hujan Lalu Membuat Padi-padi Diladang Menjadi Subur Kembali, Dan Lagi-lagi Hama Pun Datang Kemudian Warga Minta Didoakan Untuk Mengusir Para Hama Dari Ladang, Bahkan Saking Berterima Kasihnya Warga Sampai Rela Memberi Ladangnya Untuk Ki Buyut Damin.



   Suatu Ketika Salah Satu Warga Ingin Berjumpa Bersilahturahmi Kepada Ki Buyut Damin, Begitu Menghampiri Rumahnya Beliau Tidak Pernah Kelihatan Hingga Beberapa Minggu Pun Tidak Pernah Ada Yg Tau Dimana Keberadaanya Dimana. Istrinya Pun "Nyi Kumpi Karat" Juga Tidak Memberi Tau Dimana Beliau Berada. Setelah Sudah Sebulan Lebih Ki Buyut Damin Tiba-tiba Ada Didalam Rumahnya Saat Ditanya Oleh Warga Kemana Beliau Pergi Beliau Menjawab Bahwasannya Beliau Selalu Ada Dirumah. Setelah Sekian Hari Berlalu Lagi-lagi Ki Buyut Damin Menghilang Dengan Entah Kemana Beliau Pergi. Karena Penasaran Para Warga Mencari Beliau Karrna Ada Yg Membutuhkan Beliau. Setelah Warga Mencari Dari Sudut Kesudut Yg Kata Beliau Bahwa Beliau Tidak Pernah Pergi Kemana-mana Ternyata Ditemukanlah Beliau Sedang Melakukan Pertapaan/Tirakat Diatas Loteng Rumahnya.

     Beliau Wafat Diperkirakan Pada Tahun 1970 Di Peristirahatan Terakhir Yg Terletak Di Desa Pondok Betung Tangerang Selatan. Beliau Mewasiatkan Kepada Keluarganya Jikalau Ada Anak Cucunya Yg Menderita Penyakit Agar Kiranya Untuk Menziarahi Makam Beliau Dengan Membawakan Air, Datang Sebelum Adzan Maghrib Kemudian Letakan Air Yg Diletakan Pada Botol/Gelas Kemudian Ditinggalkan Ambil Kembali Saat Sebelum Adzan Subuh Dikumandangkan.

     Diceritakan Oleh Salah Seorang Warga Yg Menziarahi Makam Beliau Dengan Membawa Air Mineral Datang Sebelum Maghrib Lalu Ditinggalkan Air Tersebut Kemudian Mengambil Kembali Sebelum Adzan Subuh, Warga Yg Saat Itu Ingin Mengambil Air Tersebut Begitu Ingin Pamit Bertepat Saat Adzan Subuh Dikumandangkan Saat Itu Warga Melihat Cahaya Warna Merah Keluar Dari Makam Ki Buyut Damin Secepat Kilat.


   Masih Banyak Yg Belum Tau Dimana Letaknya Makam Tersebut Dikarenakan Dihimpit Oleh Rumah Warga Sekitar Juga Belum Pernah Dilakukan Renovasi Pada Makam Tersebut Justru Seperti Tempat Sampah! Ya! Makam Keramat Ini Justru Tidak Dihargai Oleh Warga Sekitar Dikarenakan Tidak Ada Yg Tau Sejarah Siapa Yg Dimakamkan Disana!


    Makam Keramat Ini Dijaga Sekaligus Dirawat Oleh Salah Seorang Cicitnya Yg Bernama Ahmad Faisal Yg Juga Keturunan Dari Pada Ki Buyut Damin bin Ki Buyut Sangi. Masih Banyak Cerita Sejarah Juga Karomah Dari Pada Ki Buyut Damin Salah Satunya Keluarga Sendiri Yg Menjadi Saksi Bahwasannya Setiap Anak Cucunya Pergi Ke Tempat Asal Ki Buyut Damin Berasal Yakni Kampung Tegal Duren Serang Banten. Keluarganya Menyaksikan Langsung Setiap Datang Kesana Yg Selalu Disambut Dengan Suara Gerungan Macan Padahal Tidak Ada Macan Dirumahnya Dan Diperjelas Hanya Keluarganya Saja Yg Dapat Mendengarkan Suara Macan Mengaung Yg Menandakan Bahwa Kedatangannya Disambut Alias Diterima.

   

Tidak Hanya Disitu Cerita Mengenai Ki Buyut Damin bin Ki Buyut Sangi, Dikisahkan Pada Saat Ki Buyut Damin Belum Wafat Bahwasannya Ada Salah Seorang Warga Yg Melihat Macan Yg Masuk Kedalam Rumahnya Ki Buyut Damin Lalu Warga Tersebut Berteriak Dengan Menggunakan Bahasa Sunda "Aya Maung!!!! Aya Maung!!! Aya Maung!!!" Sampai Warga Semua Keluar Menanyakan Perihal Tersebut Kemudian Dijelaskan Bahwa Macan Tersebut Memang Ada Tapi Tidak Dapat Dilihat Oleh Semua Mata Telanjang. Warga Yg Melihat Sungguh Panik Dikira Akan Menerkam Seisi Rumah Ki Buyut Damin Tapi Ternyata Macan Tersebut Adalah Bentuk Khodam Dari Ki Buyut Damin.

Ayah Dari Ki Buyut Damin Adalah Ki Buyut Sangi Yg Dikebumikan Disana Banten Kulon Sebelum Wafat Ki Buyut Sangi Berpesan Agar Dibuat 7 Makam Yg Dibuat Dengan Berbeda Tempat Ada Yg Digunung Ada Yg Dihutan Tujuannya Adalah Untuk Tidak Dijadikan Salah Tempat Dengan Meminta Ilmu Kesaktian Yg Dimiliki Ki Buyut Sangi. Jika Ada Yg Ingin Mendatangi Makam Beliau Harus Mendatangi Terlebih Dahulu Juru Kuncinya Dan Juru Kunci Makam Tersebut Masih Keluarga Beliau, Jika Juru Kunci Melihat Bahwa Yg Harus Didatangi Adalah Yg Dihutan Sang Penziarah Harus Datang Kesana Namun Tidak Semudah Itu Jika Niat Buruk Untuk Menziarahi Makam Ki Buyut Sangi Akan Diperlihatkan Sosok Harimau,Ular,Kalajengkin Yg Berada Disekitar Makam. Jika Berniat Baik Sosok-sosok Tersebut Akan Pergi Dan Menghindar Jika Berniat Buruk Pasti Akan Mendapatkan Serangan Dari Sosok-sosok Terdebut.


Di Kisahkan Anak Dari Ki Buyut Damin Yaitu Nyai Kumpi Tiyamah Yg Wafat Pada Tanggal 27 Masehi 7 Muharrom 2017 Yg Memiliki Umur Yg Cukup Panjang Yakni 150 Tahun (Kurang Lebih) Beliau Juga Anak Terakhir Ki Buyut Damin Yg Tak Kalah Menarik Sejarahnya. Semasa Hidup Beliau, Beliau Gemar Membuat Kue Pepek Dalam Usianya Yg Sudah Lanjut Usia Beliau Masih Kuat Membuat Kue Pepek Atau Lebih Dikenal Kue Basah Kalau Ada Yg Hajatan Entah Pernikahan Dll. Beliau Sanggup Membuat Kue Tersebut Berkisaran Ratusan Kue. Dalam Usianya Yg Sudah Tua Beliau Masih Sanggup Begadang 3 Hari 3 Malam Bahkan Beliau Masih Sanggup Berjalan Kaki Dari Tangerang Selatan Menuju Cengkareng Jakarta Barat Tentu Terheran-heran Bukan? Diceritakan Kebiasaan Beliau Sebelum Pergi Kemana-mana Beliau Selalu Menyebut Nama Para Wali Yg Ada Dibanten Seperti Maulana Hasanuddin Syekh Nawawi Syekh Asnawi Dll Kemudian Melanjutkan Perkataannya Sambil Menyebut Nama Ayahnya Ki Buyut Damin Lalu Membaca Al-Fattihah Agar Kiranya Diberi Kekuatan Berjalan Kaki Diselamatkan Dari Bahaya Dll. Baru Beliau Berjalan Kaki Kemanapun Pasti Sampai, Juga Selamat Yg Pada Zamannya Bahaya Ada Dimana-mana. Beliau Juga Diberikan Kelebihan Untuk Menjadi Pawang Hujan Disetiap Acara Dari Hajat Ke Hajat. Semasa Hidup Beliau Dikisahkan Bahwa Beliau Pernah Menjadi Incaran Orang Belanda Yg Ingin Memperkosanya Namun Kejadian Tersebut Dicegah Oleh Kakaknya Yakni Ki Buyut Pe'i. Makam Beliau Bersampingan Oleh Ki Buyut Damin.

Dan Masih Banyak Lagi Cerita Beliau Semua, Hingga Kini Selaku Keluarga Masih Mencari Keluarga Yg Masih Bermukim Didaerah Tegal Duren Serang Banten Karena Semasa Hidup Beliau, Beliau Tidak Pernah Kembali Lagi Ke Tempat Asal Beliau Hingga Lupa Lantaran Sudah Lanjut Usia.
Sekian Terima Kasih Hanya Ini Yg Bisa Saya Bagikan Sejarah Makam Keramat Poncol Mohon Maaf Jika Ada Kesalahan Dalam Penulisan Artikel Ini Al-Faqir Hanya Ingin Makam Beliau-beliau Tidak Dilakukan Oleh Perbuatan-perbuatan Yg Tidak Senonoh Oleh Warga Sekitar.
Wassalam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar